Mengembalikan Fungsi Keluarga Secara Tepat
Keluarga Tagged peran keluarga, apa manfaat keluarga, pentingnya kasih sayang No Comments »Fungsi atau peranan keluarga diyakini sangat penting dalam kehidupan manusia. Namun seiring dengan perubahan gaya hidup yang mengedepankan unsur material, keluarga diramalkan oleh Toffler akan mengalami penurunan peran pentingnya yang ditandai dengan munculnya gejala keluarga yang berantakan atau terpecah pecah. Salah satu bukti bahwa mobilitas manusia modern tidak berdampak secara positif terhadap eksistensi keluarga adalah dengan meningkatnya angka kenakalan remaja, dominannya usia anak anak yang mengkonsumsi obat obat terlarang dan maraknya perselingkuhan. Ditambah angka perceraian yang dari hari ke hari makin tinggi. Serbuan budaya materialisme yang berbingkai dengan tata kehidupan kapitalis, memaksa hubungan antar anggota keluarga menjadi lebih bersifat organis.Dimana hubungan yang terjadi didalam keluarga bukan lagi berlandaskan pada ketulusan kasih sayang. Pola hidup keluarga yang demikian mengakibatkan tingginya mobilitas sosial yang berlebihan, lambat laun akan mengantarkan institusi keluarga ke dalam jurang kepunahan, sehingga sangat mustahil terwujud kehidupan keluarga yang sakinah. Sudah seharusnya keluarga hadir sebagai tempat terapi sosial, karena menurut pandangan ahli, keluarga bisa memainkan peranan penting sebagai raksasa peredam kejutan. Yakni sebagai tempat berteduh setiap individu yang telah tercabik cabik dalam menghadapi persaingan global. Dan institusi keluarga akan benar benar berfungsi secara deal andai bangunan keluarga tersebut berlandaskan konsep religiusitas yang menempatkan hubungan antara ayah, ibu, dan anak dalam kerangka toleransi gotong royg. Yaitu sebuah kerangka kesepakatan untuk saling melengkapi dan saling dipentingkan. Dalam hal ini orang tua tidak harus selalu menjadi yang paling penting dari anak, suami dari istri dan seterusnya. Karena itu, korelasi terpenting dalam keluarga adalah terbangunnya budi pekerti yang luhur atau akhlakul karimah. Sebab tanpa landasan akhlak mulia keluarga hanya akan menemui suasa kehidupan seperti neraka, tak ada istilah romantis maupun harmonis didalamnya. Keluarga yang tidak dihiasi dengan akhlak mulia cepat atau lambat akan kehilangan konsistensi dan keseimbangan yang ujung ujungnya akan berakhir pada perpecahan yang sangat mengerikan. Maka tak mengherankan jika fungsi keluarga tidak lagi ditemukan maka negara dengan sistem apapun akan mengalami kehancuran. Bila peranan keluarga sudah tiada maka tunggulah kehancuran suatu bangsa atau negara. Semoga berguna




