Potensi Wisata Banjarnegara Belum Diberdayakan
Pariwisata Tagged potensi wistata banjarnegara, memberdayakan potensi obyek wisata, kemajuan purbalingga, potensi wisata belum optimal, kendala mengembangkan obyek wisata, alasan pemda banjarnegara, kebijakan menguntungkan, kemakmuran masyarakat wisata, cara memberdayakan potensi alam, langkah baru untuk Banjarnegara 1 Comment »Potensi obyek wisata di kabupaten Banjarnegara belum diberdayakan secara maksimal. Tiadanya anggaran untuk mengelola potensi wisata yang cukup prospektif itu menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk menunda membuat rencana pembangunan. Data dan peta potensi wisata banjarnegara sebenarnya telah tersedia, kesiapan pemda juga sudah ada, tetapi belum adanya support anggaran membuat beberapa obyek wisata kurang terurus. Kalau dilihat dari segi geografis, lokasi Banjarnegara memang tidak berada pada posisi yang menguntungkan, tak adanya potensi lautan membuat kabupaten ini tidak bisa berkembang optimal. Berbeda sekali dengan kabupaten tetangga seperti cilacap, kebumen, dan purworejo, mereka bisa berkembang karena didukung oleh sumber daya laut yang memadai. Bahkan hampir semua kabupaten yang punya laut bisa berkembang lebih maju dari yang lain. Namun ini juga sangat terkait dengan kebijakan pemerintah daerah itu sendiri. Ambil contoh Purbalingga, meski tak punya laut, tetapi para pemimpin pemerintahannya mampu membuat kebijakan yang berdampak positif pada bidang pariwisata. Potensi wisata bisa dirubah dan dioptimasi menjadi aliran pendapatan tanpa henti. Kesuksesan Purbalingga dalam mengembangkan potensi wisata tidak lepas dari keberhasilan bupati yang punya visi luar biasa dan mampu menciptakan perubahan dahsyat, hingga menjadi buah bibir di masyarakat. Sementara potensi wisata Banjarnegara, yang kalau ditinjau lewat kajian lebih baik, tidak berkembang karena kebijakan pemerintah yang kurang tepat. Bertahun tahun Banjarnegara dipimpin oleh orang luar, sehingga rasa memiliki daerah sendiri tetap kurang kuat. Kini dengan terbentuknya pemerintahan baru di bawah pimpinan Bapak Sutedjo dan Hadi Supeno mudah mudahan bisa memberdayakan potensi wisata banjarnegara secara lebih baik. Diakui atau tidak, kita telah tertinggal jauh kalau dibandingkan dengan Purbalingga, baik dalam mengelola potensi wisata maupun bidang lainnya. Apa yang telah dicapai oleh Purbalingga layak kita contoh sisi baiknya. Dulu purbalingga lebih miskin dari Banjarnegara, tak ada satu pun obyek wisata yang terkenal di masyarakat, tetapi sekarang siapa yang tak mengenal owabong, khususnya untuk orang yang tinggal di karisidenan Banyumas. Maka sebagai masyarakat Banjarnegara, kita sangat berharap agar pemerintah bisa membuat kebijakan baru untuk mengelola dan memberdayakan potensi wisata di Banjarnegara, supaya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Semoga begitu




