Aku Tak Akan Makan Jika Kamu Belum Makan
Rumah Tangga Tagged peduli keluarga, bayi kelaparan, terbayang istri, suami yang peduli, makan atau tidak Mei 2nd, 2012Apa yang terbayang dalam benak anda dengan ungkapan aku tak akan makan jika kamu belum makan? Rasa cinta yang mendalam antara suami istri telah membuat ikatan batin sangat dahsyat. Seorang kekasih yang bak tak pernah tega membiarkan pasangan menderita diluar sana. Keadaan ini berbeda ketika kita masih hidup sendiri, kita tak akan pernah berpikir apakah orang lan sudah makan atau belum, masa bodoh mereka makan dengan apa bukanlah urusan kita. Tetapi tidak demikian manakala seorang sudah mempunyai suami atau istri. Suami yang baik akan selalu terbayang apa yang dimakan stri ketika ia sedang berada ditempat yang penuh dengan makanan lezat. Sementara suami yang tidak peduli pada anak dan istri akan enjoy saja melahap makanan lezat, tak peduli istri atau anak sedang kelaparan. Aku tak akan makan sebelum kamu makan bukan sekedar urusan perut, tetapi mengandung filosofi hidup yang sangat bermakna. Ungkapan ini juga mengajarkan kepada sepasang kekasih untuk siap menderita bersama dengan orang yang dicintainya. Kedengarannya mudah mengucapkan kalimat tersebut, tetapi banyak orang yang melupakannya. Mari pembaca renungkan gambaran cerita berikut ini : Ada seorang suami yang terpaksa terpisah dengan istri karena urusan mencari rizki. Meski berat meninggalkan istri beserta anaknya yang masih kecil, ia tetap menguatkan hati untuk berjuang mendapatkan sumber pendapatan. Di sebuah kota, dia diterima bekerja sebagai buruh dengan upah yang belum sesuai harapan, tetapi dia tetap bersyukur dengan kondisi ini. Teman teman kerjanya memandang jika dia adalah seorang lelaki dengan tipe pekerja keras, kata katanya lemah lembut dan tak pernah meminta belas kasihan pada orang lain. Setiap kawan kerjanya mengajaknya untuk makan bersama, dia paling hanya hadir dan meminum teh manis, padahal semua juga tahu jika ada rekannya yang mentraktir. Sikap baiknya tak hanya itu, ia pun sangat jujur dan pandai menyimpan rahasia pribadi, makanya tidak mengherankan jika lelaki ini selalu disukai oleh rekan kerjanya, kalau sampai terjadi perdebatan, dia lebih memilih untuk mengalah dan menghargai pandangan orang lain.
Selidik punya selidik ia tak pernah mau makan bersama dengan rekan karena teringat dengan stri dan anaknya yang baru berumur satu tahun. Katanya saat hendak mau makan bersama dengan rekan, ia seperti melihat buah hatinya menangis, maka saat itu juga langsung terasa kenyang. Di era sekarang, kira kira masih adakah lelaki yang demikian peduli keluarganya?





Mei 2nd, 2012 at 4:20 pm
Wah tulisan yang menarik dan filosofinya dalam banget. Secara sederhana ini adalah ‘bonding’ pasangan yang sangat kuat.